MELAWAN VIRUS CINTA
Kamu yang pernah jatuh cinta pasti tahu benar rasanya ketika virus merah jambu ini mulai memasuki pembuluh darah, menyusupi rongga pernapasan dan menerobos system kekebalan tubuh. Wuih,, dasyat,,?!! Kekuatannya bisa merusak sel – sel saraf otak dan membuat fungsi kerja organ tubuh jadi error bin ngaco.
Gimana nggak, mata kamu jadi nggak beres, dimana – mana selalu ada bayang si dia. Dibantal, dilangit – langit kamar, dibuku pelajaran, dipring, pokoknya dimana – mana dech,,?!!
Telinga kamu nggak berfungsi normal. Bawaannya pingin ngedengerin suara Do’I. baru semenit yang lalu ditelepon, sudah nggak tahan pengen balik nelpon. Sudah githu, kalo ngedenger mana Do’I disebut langsung mempercepat aliran darah. Jantung berdebar – debar, dan bibir tanpa disuruh langsung pasang mode nyengir.
Organ pencernaan juga nggak lolos dari serangan virus ini. Sebagian orang jadi nggak nafsu makan, sementara sebagian yang lain pengennya makan melulu, terutama kalo pas jalan bareng si dia (ini sich matre, he,, he,,).
Yah,,, begitulah kalo anak manusia sedang terinfeksi virus cinta. Virus ini memang menjanjikan kenikmatan dan kebahagiaan, walaupun seringkali membuat kita berteman akrab dengan kegelisahan, kecemasan, kecemburuan dan kekecewaan.
Iya sich, yang namanya cinta itu naluriah, alias telah diciptakan oleh ALLAH bersama manusia. Nggak kebayang dech kalo manusia tidak mempunyai rasa cinta. Tapi, seperti naluri – naluri lainnya, kalo nggak benar mengelolanya bisa – bisa kita terjerumus ke dalam jurang kesengsaran dan kenistaan.
Untuk itu sobat – sobatku generasi penerus kelangsungan kehidupan islam, sebelum vieus cinta melumpuhkan hati dan fikiran kita maka kita harus membentengi diri dengan vaksin yang langsung dibuat oleh Sang Pencipta :
A. Vaksin Pertama : Menghindari Ikhtilat
Ikhtilat atau bercampur bau antara laki – laki dan perempuan memang tidak dilarang sama sekali. Dlam kitab Nidzom Ijtima’I disebutkan bahwa wilyah / tempat / ruangan dibagi menjadi dua yaitu Wilayah Khusus & Wilyah Umum. Wilayah khusus adalah tempat –tempat yang ketika kita akan memasukinya harus ijin terlebih dahulu, seperti rumah atau kamar tidur, sedangka Wilayah umum adalah tempat atau ruangan yang ketika kita memasukinya tidak perlu ijin terlebih dahulu, seperti Masjid, pasar, sekolah dan tempat – tempat umum lainnya. Baik diwilayah khusus maupun umum tidak boleh ada ikhtilat ketika memang tidak ada kepentingan yang dibolehkan Islam ( alasan Syar’I )
Faktanya sekarang ikhtilat merebak kemana – mana. Padahal cinta itu kan datng karena biasa. Nggak sedikit teman – teman kita yang mulai suka kepada lawan jenisnya karena sering ngumpul bareng dalam aktivitas yang seharusnya tidak perlu ada ikhtilat.
Jadi, biar tidak terinfeksi virus cinta, mulai dech membiasakan diri untuk menghindari ikhtilat kalo memang tidak perlu – perlu banget. Tapi kalo sudah begini juga tetap terinfeksi, maka perlu dilakukan vaksinasi kedua.
B. Vaksin kedua : Say no To ‘BERKHALWAT’
Rasullulah SAW bersabda “Siapa saja yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir, janganlah sekali – kali ia berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena yang ketiga diantara keduanya adalah syaithan”.
Berkhalwat alias berdua – duaan memang sengat berbahaya, sampai – sampai kata Rasul ada yang ketiga bersma mereka yang berkhalwat, yang kasat mata, yaitu syaithan,,,,, hi,,,, horror,,?!!
Tapi giman kalo pas penting banget Do’I mau nemui kita,,? Gak usah bingung, ajak aja mahram kita dalam pertemuan tersebut. Bisa kakak, adik atau Ortu kita. Mudah – mudahan setannya kabur.
Tapi, virus cinta biasanya nggak mudah nyerah, godaannya bisa ngebuat hati berdebar – debar biarpun dalam pertemuan itu kita ditemani satu keluarga. Tenang saudara – saudar, siapkan saja vaksin yang ketiga
C. Vaksin Ketiga : Menundukan Pandangan
Cinta datang dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Benar,,, pandangan kepada lawan jenis adalah jalan mudah masuknyavirus cinta, apalagi kalo disertai nafsu. Mangka’nya kamu kudu menendukan pandangan, seperti firman Allah SWT :
“Katakanlah kepada mukmin laki – laki, hendaklah menundukkan pandangan mereka” dan “Katakanlah kepada mukmin perempuan, hendaklah menundukkan pandangan merekadari menjaga kehormatan mereka” (Q.s. An-Nur 30 – 31).
Tapi ini bukan berarti jalan sambil nunduk terus kayak oaring nyari recehan ilang sampe kejentus tiang listrik. Menundukkan pandangan maksudnya mata nggak jelalatan.
D. Vaksin pamungkas Virus Cinta
Bila vaksin diatas tidak mampu menahan serangan virus cinta, maka tinggal satu cara yang kudu kamu lakuin untuk menyalurkan rasa cinta dengan benar tanpa merusak hati, yaitu menikah,,,??!!
ALLAH SWT berfirman, yang artinya “Hendaklah kalian mengawinkan orang – orang yang sendirian (belum menikah) diantara kalian dan orang – orang salih diantara hamba sahayamu yang laki – laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memberikan kekayaan kepda mereka dengan karuniaNya. Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui” (Q.s. An-Nur 32).
Ayat ini juga sekaligus menjawab segudang alas an kamu untuk tidak menikah dan milih pacaran. Sebab masalah penghasilan, kuliah de’el el nggak perlu jadi alasan sama sekali, selama kamu benar – benar niat menikah demi menjaga diri dari perbuatan keji (Zinah) serta menggapai Ridho Ilahi.
Yakin dech, dengan menikah Insya Allah rejeki bakal mengalir, keliah cepat selesai, dan banyak lagi yang dapat diperoleh dari berkah sebuah pernikahan. Dan so’ pasti, kamu nggak perlu lagi khawatir dengan virus cinta yang bisa merusaka hati dan fikiran. Lha wong, semua hal yang kudu kamu hindari diatas jadi halal setelah menikah.