Jumat, 18 Desember 2009

EMBUN

MULAI DARI YANG KECIL

Tidak ada satupun yang besar dalam hidup ini kecuali bergantung pada sesuatu yang kecil. Begitupun hal – hal yang besar senantiasa dimulai dari hal – hal yang kecil. Kita sampai sekarang inipun dimulai dari masa kecil terlebih dahulu. Begitulah kenyataan yang ada.

Seekor cicak atau tokek mampu merayap adalah karena pada kakinya ada ribuan bulu – bulu kecil. Ini sekaligus mengubah dugaan sebelumnya, tentang adanya semacam lem pada kakinya.

Dunia terhenyat ketika di Palestina, anak – anak kecil, dengan batu – batu kecil mampu membangun kekuatan yang laur biasa. Secara politik, bocah – bocah itu telah memenangkan perang psikologis melawan Israel. Secara mental anak – anak itu telah berubah menjadi manusia – manusia dewasa yang memiliki jiwa besar.

Berubahnya sesuatu yang kecil menjadi yang besar adalah Sunnatullah. Lukman pernah meminta anaknya untuk mengambil lidi, lalu disuruh mematahkannya. Kemudian sang anak diminta mengambil sapu, lalu diminta mematahkannya. Tentu saja, yang pertama lidi itu patah, tetapi sapu tidak. Maka tersiratlah sebuah makna betapa kokohnya persatuan dan lemahnya percerian. Dan dibalik itu kita pun dapat memahami, betapa sebuah kekuatan besar yang bisa menyapu, membersihkan atau memindahkan dilakukan oleh lidi – lidi kecil.

Perubahan yang dilakukan Rasul SAW, pada awalnya pun hanya dikerjakan oleh sebagian kecil manusia. Namun sejarah membuktikan betapa usaha Rasul dan para sahabatnya tersebut mampu mengubah Dunia.

Maka, jangan remehkan hal – hal kecil. Jangan tunggu sebuah masalah kecil menjadi besar. Mulai saat ini, mulai dari diri sendiri dan mulai dari yang kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar